Senin, 29 September 2014



Kejutan Mr. X
Kring… kring… kring…
    Suara dering telpon mengagetkan ku. Aku tak tahu siapa orang yang menelpon ku tapi aku mulai kenal dengan sosok tanpa nama itu yang mengaku bernama Mr.X walaupun aku tahu itu hanya inisial saja bukan nama aslinya. Aku berpikir itu mungkin fans berat ku yang misterius… hehehe!
Belum sempat ku angkat, telpon itu tak berdering lagi.Dan saat setelah itu muncul satu buah sms yang masuk inbox hp ku.
Horizontal Scroll: Sabtu, 12 november 2011 (05.00 PM)

Aku tunggu kamu di taman, dekat dengan rumah mu di kursi taman yang biasanya kamu menemukan bunga. Aku menunggu pukul 08.00 malam.Ku harap kamu mau bertemu dengan ku. Aku memakai baju biru warna kesukaan mu!

   
   




          Seneng banget rasanya dapat sms dari Mr.X karna dari dulu aku selalu penasaran dengan laki-laki yang satu ini.Dia tahu tentang ku, dimana aku berada dan selalu tahu kesulitan yang aku hadapi. Aku berpikir, mungkin dia keturunan paranormal sehingga bisa tahu segalanya tentang ku…Hehe…Sempat aneh tapi dia datang selalu di saat yang tepat, dia gak neror aku malah selalu bantu aku. Dengan adanya dia aku ngerasa ada yang selalu perhatian walupun aku tak memiliki pacar ataupun idaman hati. Gimana mau punya pacar, dia aja udah cukup buat aku! Cielehhh…lagi jatuh cintrong kena panah asmara…hehe..
Yah, walaupun aku tahu dia belum bersikap jujur pada ku tentang siapa dia sebenarnya. Tapi biarlah semua akan ku tahu jika sudah saatnya nanti. Dan buktinya setelah 6 bulan menyembunyikan identitas aslinya, saat ini dia ingin bertemu dengan ku! Aneh, misterius dan selalu membuat nyaman… Mr.X , I’m Coming! Hehe…                    Dan nampaknya untuk hal ini aku gak akan kasih tau ibu perpus yang bawel dan usil suka pengen tahu tentang aku dan Mr.X. Gimana gak pengen tahu orang tiap hari ada kiriman bunga yang dititip ma Mr.X ke bu Liani buat Dea. Bu Liani itu suka penasaran karna Mr.X itu bener-bener tahu apa yang aku butuhin. Sampai-sampai buku pelajaran dan lain sebagainya dia kirim lewat perpus dan pastilah Bu Liani menyangka itu adalah pacar ku! Glek??!!(-_-)
          Sebelum berangkat aku bersiap-siap terlebih dahulu untuk bertemu Mr.X. Sampai aku bingung untuk memilih kostum apa yang akan ku pakai. Dan ku putuskan memakai jeans hitam denim dan setelan baju sifon panjang berwarna biru kesukaan ku.Celaka, memilih baju saja hampir menghabiskan waktu 1 jam. Jam sudah menunjukkan pukul 6, aku bergegas mengambil handuk untuk cepat mandi. Satu hal lagi, walaupun kebiasaan ku malas mandi, kini aku harus berkorban untuk mandi sore hari demi Mr.X.  Kali pertamanya aku berkorban demi seseorang dalam hidupku yaitu kamu, Mr.X…  Cie, cie…hehe
          Sudah pukul 7, aku bersiap-siap untuk pergi ke taman. Memang waktunya masih lama tapi aku sudah terbiasa untuk datang lebih awal karna takut membuat orang menunggu. Menuju jalan ke arah taman yang letaknya hanya 500 meter dari rumah ku. Di jalan aku hanya senyum-senyum sendiri saja.Bayangan ku hanya tertuju pada satu orang yaitu Mr. X.
Oh..My..God, sepertinya hari ini adalah hari keberuntungan ku.Walaupun aku tahu di dunia ini tidak ada yang kebetulan.Semua itu sudah direncanakan indah oleh Sang Maha Pencipta.Tak henti-hentinya aku mengucap rasa syukur.Setelah Dia memberi ku tubuh yang sempurna tanpa cacat, Diajuga memberi cerita indah dalam hidupku.
Sampai di tempat tujuan pukul 07.30. Masih ada waktu setengah jam untuk mencari makanan ringan untuk mengganjal perutku yang lapar. Sesudah itu aku kembali duduk bersantai di kursi taman dimana aku berjanji akan bertemu dengan Mr. X sambil membaca novel yang baru ku beli minggu lalu yang belum sempat ku baca. Sebelum pukul 08.00 ada kejadian yang mengejutkan ku. Seorang laki-laki tertabrak motor hingga jatuh tak sadarkan diri. Kejadian itu tak jauh dari tempat ku menunggu Mr. X. Aku yang memiliki sikap mudah parno jadi aku gak berani lihat lebih dekat.Hanya dari jauh saja ku lihat begitu mengerikan walaupun korbannya menurut saksi yang melihat tidak terlalu parah hanya luka-luka ringan saja di lengan sebelah kanan danada bercak darah di kemeja birunya.Aku tertegun setelah mendengar baju kemeja berwarna biru.Apa mungkin Mr.X adalah orang yang menjadi korban kecelakaan tadi. Ku tepis pikiran buruk itu. Mungkin hanya kebetulan saja memakai baju yang sama.
Aku baru tersadar bahwa aku menunggu sudah lebih dari 1 jam.Namun heran karna Mr. X yang ku nantikan tak kunjung muncul dengan kriteria yang di sebutkannya dalam sms tadi. Sudah ku hubungi beberapa kali namun yang menambah parah ketika dihubungi lewat  hp nya tak aktif. Aku berpikir mungkin ini semua hanya permainan dari dia saja. Bodohnya aku yang terlalu percaya padanya setelah apa yang dia lakukan saat ini. Membuat aku menanti, walaupun dia tak pernah melakukan hal ini padaku.Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 malam. Kini aku kehabisan kesabaran untuk menunggunya dan coba untuk pergi dari taman dengan menghapus kejadiaan penyesalan yang baru saja terjadi. Saat menyusuri taman di jalan yang menuju untuk pulang ke rumah ku, tiba-tiba saja ada yang memanggilku dari arah belakang ku.
Dewa, “ Dea Aprilia?! Tunggu…
          Aku menatap ke arah belakang dan mencoba untuk tahu siapa gerangan yang memanggil nama ku. Dan kulihat adalah sosok laki-laki perawakan tinggi, berkulit hitam manis yang memakai kemeja biru. Wajahnya yang bersih tanpa sedikit pun coretan menebarkan senyum.Namun ada yang ganjil di lengan kanannya terlihat ada perban dan tampak sedikit bercak darah.Dia berlari menuju ke arah ku yang masih mematung dengan wajah tak percaya. Aku sampai berpikir apa mungkin dia adalah sosok Mr. X yang selama ini yang selalu membuat ku terkagum? Bayangan yang semu itu apa mungkin bisa menjadi nyata? Dan setelah mendekat dia datang kepada ku dengan berkata,
Dewa, “Maafkan aku Dea!Aku sungguh minta maaf membuat mu telah lama    menunggu ku.Aku tak bermaksud seperti itu. Tadi aku sudah berusaha datang sebelum jam 08.00 tapi aku tertabrak motor karna tak hati-hati saat menyebrang. Aku baru sadarkan diri tadi dan langsung ke sini untuk bertemu kamu.Maafkan aku Dea, ini jelas tak seperti yang aku duga.Ini semua di luar rencana ku. Sungguh! Aku harap kamu gak kecewa sama aku!
          Aku bingung harus jawab apa. Ternyata pikiran buruk yang tadi sore muncul benar terjadi. Mr. X adalah cowo korban tabrak motor pada sore tadi tepat di saat aku menunggunya. Aku belum membalas sepatah kata pun. Hanya terdiam menatap sosok Mr.X yang ada di depan ku. Ku lihat wajahnya penuh penyesalan dan seperti tak ingin membuat aku kecewa. Karna tak ingin membuatnya lebih lama hanyut dengan perasaannya ku putuskan untuk menjawab beberapa kata saja, walaupun sedikit ingin mengerjainya! hehehe
Dea, “Owh… jadi gitu? Tapi sayang aku udah gak minat bahas tuh…?
Dewa, “Dea please Dewa minta maaf ini benar-benar di luar rencana ku!
Dea, “Owh, jadi nama kamu Dewa?
          Dia menjawab dengan anggukan lesu.Karna melihat ku seperti marah besar padanya.Dia gak tau kalau aku jago acting. And well, setelah sekian lama dia kerjain aku dengan menyembunyikan identitasnya, kini dia harus merasakan acting kemarahan ku. Biar Deal and Impas! Hehe…
Dea, “Terus kamu sekarang mau ngapain ke sini padahal kamu babak belur kan ketabrak motor yang tadi?
Dewa, “Aku pengen ketemu kamu.Gak peduli kalau aku lagi ngerasain sakit or gak.Yang jelas aku bener-bener gak mau ngecewain kamu, Dea. Karna aku sebenernya sayang banget sama kamu!
Dea, “Apa? Sayang?Kamu gak sadar dengan perlakuan kamu yang kaya gitu bikin aku sebel tau gak?Masih sempet ea bilang kaya gitu?Ada ea orang kaya kamu?
Dewa, “Ok, fine.Aku bisa pahami hal itu.Aku ngelakuin semua karna aku belum sanggup untuk bertemu langsung dengan kamu.Aku belum memiliki keberanian Dea.Kamu terlalu special di hati aku sampai aku gak bisa mengontrol diri aku sendiri saat ngeliat kamu.Aku kirim kamu bunga dan puisi itu sebagai mewakili perasaan aku ma kamu. Aku bantu tugas kamu dan selalu berusaha ada buat kamu karna aku gak mau kamu kesulitan. Maaf kalau cara aku ini salah! Tapi aku gak tahu harus melakukan apalagi buat narik perhatian kamu, dan biar kamu tahu aku sayang kamu!
Dea, “Alah… Bohong, paling juga buat mainin hati aku aja kan?
Dewa, “Gak Dea aku serius ngelakuin hal ini…Please kasih aku kesempatan buat buktiin kalau aku bener-bener sayang ma kamu!
Dea, “Gak Perlu, Makasih…!
          Aku bergegas pergi dengan mimik muka yang kesal.Padahal semua itu hanya acting, yang sebenarnya ada dalam hati aku tuh seneng banget denger pernyataan Mr.X alias Dewa.Dia tiba-tiba menarik lengan ku.Kontan saja aku kaget, dan jatuh mengarah ke tubuh Dewa.Dewa menahan sakit ketika aku jatuh tepat menindih tubuhnya.
Dewa, “Aduh…??!!!
          Aku bergegas bangun dan menolong Dewa untuk bangun yang saat tadi aku hampir membuatnya luka ke 2 kali.Fiuhhh, semoga Dewa tak membenci ku setelah kejadian ini.
Dea, ”Maafin aku Dewa. Aku gak maksud seperti itu.Aku kaget saat kamu tiba-tiba memegang lengan aku.Wa, kamu gak apa-apa kan?”
Dewa, “Aku gak apa-apa koq, yang penting kamu gak terluka!”
Dea, “lho koq malah khawatirin aku she?Kamu tuh aneh ea?”
Dewa, “Beneran gak apa-apa koq. Aku cuma pengen kamu baik-baik aja!
          Dia sambil tersenyum menatap kea rah ku.Celaka, senyumnya itu buat hati aku bener-bener damai.Kaya ada sengatan listrik 1000 volt yang bikin aku jadi gak sanggup bilang apa-apa lagi.Mungkinkah aku menginginkan Dewa?Tidaaakkkkkkkkk?!
Dewa yang senyum-senyum saja sedari tadi yang menatap ke arah ku yang kikuk karna perlakuannya.Lalu kita berjalan menuju ke arah rumah ku sambil Dewa mengantarkan ku pulang tanpa di minta.Dia mulai angkat bicara kembali setelah itu.
Dewa, “Dea?!”
Dea, “Yah, kenapa wa?”
Dewa, “Sering jatuh nindih aku aja ea?Biar aku bisa peluk kamu? Hehehe…
          Glek, aku baru saja seperti mendengar hantaman keras di telinga ku. Dan reflex saja aku memukul lengan kanannya yang terlilit perban.
Dewa, “Aduh, sakit Dea. Jahat banget she ma aku?
Dea, “Aduh, please dech! Baru ada ea orang segila kamu pingin jatuh berkali-kali  Cuma karna pengen peluk aku?! Hah… Dewa?! Kamu Stress dech…
Dewa, “iya aku stress karna mikirin kamu…hehehe”
Dea, “Dewaaaaaaaa ikhhhhhhhhhhhhhhh?
          Dewa langsung memeluk ku.Ada rasa rindu yang menyelimuti.Aku dan Dewa ibarat sepasang kekasih yang lama tak bertemu sedang melepas kerinduan.Dan kini aku berdoa kembali dalam hati agar Sang Pencipta bisa menyatukan kita berdua selamanya.Sampai akhir napas memisahkan kita berdua.
          Dewa yang ternyata adalah tetangga baru ku yang kebetulan satu kampus dengan ku.Namun dia mengambil fakultas teknik jadi aku hampir tak mengenalnya.Kalau Dewa tahu tentang aku itu jelas karna bunda aku.Ternyata bunda ku dan bunda Dewa sahabat lama, dan memiliki niat untuk menjodohkan kita berdua.Dewa juga menyukai ku dan selalu memajang foto ku dikamarnya.Semua memang indah Tuhan…Baru aku sadari ternyata Cinta itu Indah. Seindah kebersamaan DEA DENGAN DEWA…!!!


…THE END…

         






DIAM 


Tak terasa waktu yang bergulir,
Seperti menjelma sesosok manusia yang mencoba berlari kencang…
Lalu dalam heningku berpikir,
Kemanakah langkah gontai ini akan melangkah lagi?
Di sekitar pun terasa senyap menusuk kulit ku…
Ku cium wangi malam yang dingin, dan berharap akan ada sedikit sinar dari Rembualan yang akan menemani…
Tuhan, tak mampu kaki ini melangkah lagi…
Berat ku pikul semua beban demi beban yang kau beri…
Mungkinkah langkah kaki yang mungil ini sanggup menaiki puncak takdir,
Untuk meraih kemenangan yang utuh?
Hanya mampu terdiam dan menahan napas yang sesak…
Kening yang semakin mengerut, menahan tetesan air mata…
Pertanda bahwa ku merasa sangat tak sanggup…
Dengar Tuhan…
Engkau berikan rasa sakit karna beratnya kehidupan,
Itu tak kan pernah mengubah raut wajahku,
Aku akan tertawa dan bilang pada Mu…
Aku tak selemah yang kau bayangkan…
Biar saja hari ku menuju titik puncak terasa lamban dan penuh rasa sakit,
Tapi jangan pernah Engkau ambil satu-satunya yang menjadi modal ku…
Aku mencintainya…
Seperti tak ada lagi kehidupan yang akan menemani hariku…
Derap langkah semakin lesu, lemah dan seperti tak bertuan lagi…
Melupakan sejenak kepedihan dalam Diam,
Diam dan tanpa kata, Diam tanpa rasa, Diam yang penuh makna…
Membuat darah yang menggebu akibat luka sayatan kehidupan,
Seperti kembali pada penyembuhan…