Kejutan Mr. X
Kring…
kring… kring…
Suara dering telpon mengagetkan ku. Aku tak
tahu siapa orang yang menelpon ku tapi aku mulai kenal dengan sosok tanpa nama
itu yang mengaku bernama Mr.X walaupun aku tahu itu hanya inisial saja bukan
nama aslinya. Aku berpikir itu mungkin fans berat ku yang misterius… hehehe!
Belum
sempat ku angkat, telpon itu tak berdering lagi.Dan saat setelah itu muncul
satu buah sms yang masuk inbox hp ku.
Seneng banget rasanya dapat sms dari
Mr.X karna dari dulu aku selalu penasaran dengan laki-laki yang satu ini.Dia
tahu tentang ku, dimana aku berada dan selalu tahu kesulitan yang aku hadapi.
Aku berpikir, mungkin dia keturunan paranormal sehingga bisa tahu segalanya
tentang ku…Hehe…Sempat aneh tapi dia datang selalu di saat yang tepat, dia gak
neror aku malah selalu bantu aku. Dengan adanya dia aku ngerasa ada yang selalu
perhatian walupun aku tak memiliki pacar ataupun idaman hati. Gimana mau punya
pacar, dia aja udah cukup buat aku! Cielehhh…lagi jatuh cintrong kena panah
asmara…hehe..
Sebelum berangkat aku bersiap-siap
terlebih dahulu untuk bertemu Mr.X. Sampai aku bingung untuk memilih kostum apa
yang akan ku pakai. Dan ku putuskan memakai jeans hitam denim dan setelan baju
sifon panjang berwarna biru kesukaan ku.Celaka, memilih baju saja hampir
menghabiskan waktu 1 jam. Jam sudah menunjukkan pukul 6, aku bergegas mengambil
handuk untuk cepat mandi. Satu hal lagi, walaupun kebiasaan ku malas mandi,
kini aku harus berkorban untuk mandi sore hari demi Mr.X. Kali pertamanya aku berkorban demi seseorang
dalam hidupku yaitu kamu, Mr.X… Cie,
cie…hehe
Sudah pukul 7, aku bersiap-siap untuk
pergi ke taman. Memang waktunya masih lama tapi aku sudah terbiasa untuk datang
lebih awal karna takut membuat orang menunggu. Menuju jalan ke arah taman yang
letaknya hanya 500 meter dari rumah ku. Di jalan aku hanya senyum-senyum
sendiri saja.Bayangan ku hanya tertuju pada satu orang yaitu Mr. X.
Oh..My..God,
sepertinya hari ini adalah hari keberuntungan ku.Walaupun aku tahu di dunia ini
tidak ada yang kebetulan.Semua itu sudah direncanakan indah oleh Sang Maha
Pencipta.Tak henti-hentinya aku mengucap rasa syukur.Setelah Dia memberi ku
tubuh yang sempurna tanpa cacat, Diajuga memberi cerita indah dalam hidupku.
Sampai
di tempat tujuan pukul 07.30. Masih ada waktu setengah jam untuk mencari
makanan ringan untuk mengganjal perutku yang lapar. Sesudah itu aku kembali
duduk bersantai di kursi taman dimana aku berjanji akan bertemu dengan Mr. X sambil
membaca novel yang baru ku beli minggu lalu yang belum sempat ku baca. Sebelum
pukul 08.00 ada kejadian yang mengejutkan ku. Seorang laki-laki tertabrak motor
hingga jatuh tak sadarkan diri. Kejadian itu tak jauh dari tempat ku menunggu
Mr. X. Aku yang memiliki sikap mudah parno jadi aku gak berani lihat lebih
dekat.Hanya dari jauh saja ku lihat begitu mengerikan walaupun korbannya
menurut saksi yang melihat tidak terlalu parah hanya luka-luka ringan saja di
lengan sebelah kanan danada bercak darah di kemeja birunya.Aku tertegun setelah
mendengar baju kemeja berwarna biru.Apa mungkin Mr.X adalah orang yang menjadi
korban kecelakaan tadi. Ku tepis pikiran buruk itu. Mungkin hanya kebetulan
saja memakai baju yang sama.
Aku
baru tersadar bahwa aku menunggu sudah lebih dari 1 jam.Namun heran karna Mr. X
yang ku nantikan tak kunjung muncul dengan kriteria yang di sebutkannya dalam
sms tadi. Sudah ku hubungi beberapa kali namun yang menambah parah ketika
dihubungi lewat hp nya tak aktif. Aku
berpikir mungkin ini semua hanya permainan dari dia saja. Bodohnya aku yang
terlalu percaya padanya setelah apa yang dia lakukan saat ini. Membuat aku
menanti, walaupun dia tak pernah melakukan hal ini padaku.Waktu sudah
menunjukkan pukul 10.00 malam. Kini aku kehabisan kesabaran untuk menunggunya dan
coba untuk pergi dari taman dengan menghapus kejadiaan penyesalan yang baru
saja terjadi. Saat menyusuri taman di jalan yang menuju untuk pulang ke rumah
ku, tiba-tiba saja ada yang memanggilku dari arah belakang ku.
Dewa,
“ Dea Aprilia?! Tunggu…
Aku menatap ke arah belakang dan
mencoba untuk tahu siapa gerangan yang memanggil nama ku. Dan kulihat adalah
sosok laki-laki perawakan tinggi, berkulit hitam manis yang memakai kemeja
biru. Wajahnya yang bersih tanpa sedikit pun coretan menebarkan senyum.Namun
ada yang ganjil di lengan kanannya terlihat ada perban dan tampak sedikit
bercak darah.Dia berlari menuju ke arah ku yang masih mematung dengan wajah tak
percaya. Aku sampai berpikir apa mungkin dia adalah sosok Mr. X yang selama ini
yang selalu membuat ku terkagum? Bayangan yang semu itu apa mungkin bisa
menjadi nyata? Dan setelah mendekat dia datang kepada ku dengan berkata,
Dewa,
“Maafkan aku Dea!Aku sungguh minta maaf membuat mu telah lama menunggu ku.Aku tak bermaksud seperti itu.
Tadi aku sudah berusaha datang sebelum jam 08.00 tapi aku tertabrak motor karna
tak hati-hati saat menyebrang. Aku baru sadarkan diri tadi dan langsung ke sini
untuk bertemu kamu.Maafkan aku Dea, ini jelas tak seperti yang aku duga.Ini
semua di luar rencana ku. Sungguh! Aku harap kamu gak kecewa sama aku!
Aku bingung harus jawab apa. Ternyata
pikiran buruk yang tadi sore muncul benar terjadi. Mr. X adalah cowo korban
tabrak motor pada sore tadi tepat di saat aku menunggunya. Aku belum membalas
sepatah kata pun. Hanya terdiam menatap sosok Mr.X yang ada di depan ku. Ku
lihat wajahnya penuh penyesalan dan seperti tak ingin membuat aku kecewa. Karna
tak ingin membuatnya lebih lama hanyut dengan perasaannya ku putuskan untuk
menjawab beberapa kata saja, walaupun sedikit ingin mengerjainya! hehehe
Dea,
“Owh… jadi gitu? Tapi sayang aku udah gak minat bahas tuh…?
Dewa,
“Dea please Dewa minta maaf ini benar-benar di luar rencana ku!
Dea,
“Owh, jadi nama kamu Dewa?
Dia menjawab dengan anggukan lesu.Karna
melihat ku seperti marah besar padanya.Dia gak tau kalau aku jago acting. And
well, setelah sekian lama dia kerjain aku dengan menyembunyikan identitasnya,
kini dia harus merasakan acting kemarahan ku. Biar Deal and Impas! Hehe…
Dea, “Terus
kamu sekarang mau ngapain ke sini padahal kamu babak belur kan ketabrak motor
yang tadi?
Dewa, “Aku
pengen ketemu kamu.Gak peduli kalau aku lagi ngerasain sakit or gak.Yang jelas
aku bener-bener gak mau ngecewain kamu, Dea. Karna aku sebenernya sayang banget
sama kamu!
Dea, “Apa?
Sayang?Kamu gak sadar dengan perlakuan kamu yang kaya gitu bikin aku sebel tau
gak?Masih sempet ea bilang kaya gitu?Ada ea orang kaya kamu?
Dewa, “Ok,
fine.Aku bisa pahami hal itu.Aku ngelakuin semua karna aku belum sanggup untuk
bertemu langsung dengan kamu.Aku belum memiliki keberanian Dea.Kamu terlalu
special di hati aku sampai aku gak bisa mengontrol diri aku sendiri saat
ngeliat kamu.Aku kirim kamu bunga dan puisi itu sebagai mewakili perasaan aku
ma kamu. Aku bantu tugas kamu dan selalu berusaha ada buat kamu karna aku gak
mau kamu kesulitan. Maaf kalau cara aku ini salah! Tapi aku gak tahu harus
melakukan apalagi buat narik perhatian kamu, dan biar kamu tahu aku sayang
kamu!
Dea, “Alah…
Bohong, paling juga buat mainin hati aku aja kan?
Dewa, “Gak
Dea aku serius ngelakuin hal ini…Please kasih aku kesempatan buat buktiin kalau
aku bener-bener sayang ma kamu!
Dea, “Gak
Perlu, Makasih…!
Aku bergegas pergi dengan mimik muka
yang kesal.Padahal semua itu hanya acting, yang sebenarnya ada dalam hati aku
tuh seneng banget denger pernyataan Mr.X alias Dewa.Dia tiba-tiba menarik
lengan ku.Kontan saja aku kaget, dan jatuh mengarah ke tubuh Dewa.Dewa menahan
sakit ketika aku jatuh tepat menindih tubuhnya.
Dewa,
“Aduh…??!!!
Aku bergegas bangun dan menolong Dewa
untuk bangun yang saat tadi aku hampir membuatnya luka ke 2 kali.Fiuhhh, semoga
Dewa tak membenci ku setelah kejadian ini.
Dea, ”Maafin
aku Dewa. Aku gak maksud seperti itu.Aku kaget saat kamu tiba-tiba memegang
lengan aku.Wa, kamu gak apa-apa kan?”
Dewa, “Aku
gak apa-apa koq, yang penting kamu gak terluka!”
Dea, “lho
koq malah khawatirin aku she?Kamu tuh aneh ea?”
Dewa,
“Beneran gak apa-apa koq. Aku cuma pengen kamu baik-baik aja!
Dia sambil tersenyum menatap kea rah
ku.Celaka, senyumnya itu buat hati aku bener-bener damai.Kaya ada sengatan
listrik 1000 volt yang bikin aku jadi gak sanggup bilang apa-apa
lagi.Mungkinkah aku menginginkan Dewa?Tidaaakkkkkkkkk?!
Dewa
yang senyum-senyum saja sedari tadi yang menatap ke arah ku yang kikuk karna perlakuannya.Lalu
kita berjalan menuju ke arah rumah ku sambil Dewa mengantarkan ku pulang tanpa
di minta.Dia mulai angkat bicara kembali setelah itu.
Dewa,
“Dea?!”
Dea,
“Yah, kenapa wa?”
Dewa,
“Sering jatuh nindih aku aja ea?Biar aku bisa peluk kamu? Hehehe…
Glek, aku baru saja seperti mendengar
hantaman keras di telinga ku. Dan reflex saja aku memukul lengan kanannya yang
terlilit perban.
Dewa,
“Aduh, sakit Dea. Jahat banget she ma aku?
Dea, “Aduh,
please dech! Baru ada ea orang segila kamu pingin jatuh berkali-kali Cuma karna pengen peluk aku?! Hah… Dewa?!
Kamu Stress dech…
Dewa, “iya
aku stress karna mikirin kamu…hehehe”
Dea,
“Dewaaaaaaaa ikhhhhhhhhhhhhhhh?
Dewa langsung memeluk ku.Ada rasa
rindu yang menyelimuti.Aku dan Dewa ibarat sepasang kekasih yang lama tak
bertemu sedang melepas kerinduan.Dan kini aku berdoa kembali dalam hati agar
Sang Pencipta bisa menyatukan kita berdua selamanya.Sampai akhir napas
memisahkan kita berdua.
Dewa yang ternyata adalah tetangga
baru ku yang kebetulan satu kampus dengan ku.Namun dia mengambil fakultas
teknik jadi aku hampir tak mengenalnya.Kalau Dewa tahu tentang aku itu jelas
karna bunda aku.Ternyata bunda ku dan bunda Dewa sahabat lama, dan memiliki
niat untuk menjodohkan kita berdua.Dewa juga menyukai ku dan selalu memajang
foto ku dikamarnya.Semua memang indah Tuhan…Baru aku sadari ternyata Cinta itu
Indah. Seindah kebersamaan DEA DENGAN DEWA…!!!
…THE END…